Tekan Angka Stunting, Sleman Tingkatkan Intervensi Gizi Keluarga melalui DASHAT

Sleman – Permasalahan gizi di Indonesia saat ini masih didominasi oleh asupan yang tidak adekuat dibandingkan kebutuhan, serta kebiasaan makan yang belum memenuhi standar kesehatan. Oleh karena itu, intervensi berbasis keluarga dinilai menjadi langkah strategis dalam mencegah munculnya kasus stunting baru. Upaya percepatan penurunan stunting terus diperkuat melalui program Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) sebagai strategi pemenuhan gizi keluarga. Program ini menekankan pentingnya peran keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat dalam memastikan kecukupan gizi, terutama pada periode 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Berdasarkan data terbaru, jumlah balita stunting di Kabupaten Sleman masih menjadi perhatian, dengan lebih dari 2.000 kasus tercatat pada tahun 2025.

Kamis (30/4), Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Sleman menyelenggarakan Pelatihan dan Edukasi Gizi melalui Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) di Kampung Keluarga Berkualitas. Kegiatan berlangsung di Pendopo DPRD Kabupaten Sleman, dibuka oleh Novita Krisnaeni -Kepala DP3AP2KB Kabupaten Sleman- dan dihadiri oleh kader DASHAT serta PKB/PLKB dari 62 Kampung KB di wilayah Kabupaten Sleman. Nutrisionis Adi Nugrahawati dihadirkan sebagai narasumber yang menyampaikan materi “Strategi Pemenuhan Gizi Keluarga melalui DASHAT dalam Upaya Pencegahan Stunting”.

DASHAT hadir sebagai solusi berbasis pemberdayaan masyarakat dengan fokus pada edukasi gizi, pengolahan makanan sehat dari bahan lokal, serta penerapan pola konsumsi yang seimbang. Permasalahan gizi di Indonesia saat ini masih didominasi oleh asupan yang tidak adekuat dibandingkan kebutuhan, serta kebiasaan makan yang belum memenuhi standar kesehatan. Oleh karena itu, intervensi berbasis keluarga dinilai menjadi langkah strategis dalam mencegah munculnya kasus stunting baru. Perhatian khusus juga diberikan pada ibu hamil dan menyusui sebagai kelompok kunci dalam siklus kehidupan. Praktik seperti inisiasi menyusu dini (IMD), pemberian ASI eksklusif selama enam bulan, serta pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) yang tepat menjadi bagian penting dalam menjaga status gizi anak. Program DASHAT juga mendorong pemenuhan standar gizi harian melalui penyediaan makanan tambahan berbasis bahan lokal yang mudah diakses masyarakat.

Melalui kegiatan ini, diharapkan pelaksanaan program DASHAT di Kampung Keluarga Berkualitas dapat berjalan optimal dan berkelanjutan, serta mampu meningkatkan pemahaman dan praktik pemenuhan gizi masyarakat sehingga dapat menurunkan stunting. Pendekatan terpadu yang mencakup edukasi, praktik langsung, hingga penguatan ketahanan pangan keluarga, DASHAT diharapkan mampu menekan angka stunting secara signifikan. Kolaborasi lintas sektor dan partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci keberhasilan program ini dalam menciptakan generasi sehat menuju Indonesia Emas 2045.

Penulis : Dessy Phawestrina

Editor : Christin Apriliya Adam

Dokumentasi : Tiara Rosivanengtyas

Rilis : Kamis, 30 April 2026

Post Terkait